GEJALA PNEUMONIA

 

Gejala Pneumonia | Cara Herbal Mengobati Pneumonia

 

Gejala Pneumonia infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus, gejala awal penyakit ini adalah batuk, demam , dan kesulitan bernapas. Pneumonia dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari seperti di rumah, sekolah atau tempat kerja.

Pneumonia terjadi karena adaanya kuman dan virus terhirup dan masuk ke paru-paru. Kemungkinan besar terjangkit penyakit ini jika anda terkena pilek atau flu. Flu dan pilek ini membuat sulit bagi paru-paru untuk melawan infeksi, sehingga lebih mudah terkena pneumonia. Memiliki penyakit jangka panjang, atau kronis, seperti asma, penyakit jantung, kanker atau diabetes akan lebih mudah untuk terkena pneumonia.

Gejala Pneumonia

Gejala pneumonia yang disebabkan oleh bakteri biasanya datang dengan cepat. Gejalanya sebagai berikut:

  • Batuk. Batuk lendir (dahak), lendir kental atau hijau atau diwarnai dengan darah .
  • Demam.
  • Bernafas dengan cepat dan merasa sesak napas.
  • Gemetar dan ” gigi -gemeletuk “menggigil.
  • Nyeri pada dada ketika batuk atau bernapas
  • Detak jantung cepat.
  • Mudah Capek  atau merasa sangat lemah.
  • Mual dan muntah.
  • Diare .

Gejala Pneumonia yang disebabkan oleh virus sama dengan yang disebabkan oleh bakteri. Tapi secara  perlahan dan akibat yang disebabkan lebih buruk dari bakteri.

Diagnosis Pneumonia

Biasanya dokter akan bertanya tentang gejala yang timbul dan pemeriksaan fisik. Dan pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan X ray dan test darah. Ini biasanya cukup bagi dokter untuk mengetahui apakah anda terkena pneumonia atau tidak. Jika perlu akan dilakukan test lebih lanjut dengan memeriksa lendir dari paru-paru untuk mengetahui  apakah anda menderita pneumonia atau tidak. Jika terdapat gejala-gejala yang lebih buruk atau memiliki masalah kesehatan lainnya, untuk memilih pengobatan terbaik untuk anda.

Penyembuhan Pneumonia

Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri, bisa dengan memberikan antibiotik. Penggunaan antibiotik harus sesuai dengan intruksi dan dosis yang diberikan oleh dokter.

Ada hal yang dapat dilakukan agar cepat dalam penyembuhan.  Banyak istirahat dan tidur , dan diperbanyak minum air putih. Jangan merokok. Jika batuk Anda membuat Anda terjaga di malam hari, konsultasi dengan dokter tentang penggunaan obat batuk .

Anda mungkin perlu pergi ke rumah sakit jika anda memiliki gejala-gejala yang buruk dan kekebalan tubuh menurun atau penyakit lain yang serius.

Pneumonia yang disebabkan oleh virus biasanya tidak diobati dengan antibiotik. Kadang-kadang, antibiotik dapat digunakan untuk mencegah komplikasi. Dalam kasus pneumonia virus influenza mana A atau B dianggap agen penyebab, pasien yang dilihat dalam waktu 48 jam dari onset gejala dapat mengambil manfaat dari pengobatan dengan oseltamivir atau zanamivir. Respiratory syncytial virus (RSV) dapat diobati dengan ribavirin. Virus herpes simplex dan varicella-zoster infeksi virus biasanya diobati dengan asiklovir, sementara gansiklovir digunakan untuk mengobati virus sitomegalo. Tidak ada pengobatan berkhasiat dikenal untuk pneumonia yang disebabkan oleh SARS coronavirus, adenovirus, hantavirus, parainfluenza atau virus H1N1. (wikipedia.org)

Bagaimana cara mencegah pneumonia?

Dengan menerapkan pola hidup sehat, dan menjaga kebersihan dilingkungan tempat kita tinggal merupakan awal yang baik untuk mencegah terkena pneumonia. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan pemberian vaksin pneumokokus, vaksin ini akan mencegah anda terkena pneumonia asal diiringi dengan menerapkan hidup sehat dan lingkungan yang bersih. Cuci tangan setelah melakukan sesuatu. Ini membantu mencegah penyebaran virus dan bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia.

Alternatif Penyembuhan Pneumonia dengan Herbal

Pengobatan secara herbal sekarang ini sedang naik daun, karena merupakan pengobatan yang tanpa menimbulkan efek samping jangka panjang. dapat di obati dengan menggunakan obat herbal Xamthone Plus dimana xamthone plus ini mengandung zat bioaktif Xanthone.

Beberapa penelitian tentang manfaat senyawa xanthone memperlihatkan bahwa xanthone bersifat anti mikroba terhadap MRSA (methicillin resistant staphylococcus aureus), yaitu bakteri yang telah kebal terhadap obat antibiotik yang dapat menyebabkan infeksi parah.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Suksamran pada tahun 2003, kandungan alpha-mangostin, beta-mangostin, garcinone B pada manggis mampu menghambat pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit paru-paru atau tuberculosis (TBC). TBC merupakan penyakit yang masih diperhatikan karena Indonesia belum sepenuhnya bebas dari penyakit tersebut.

Telah dilakukan pula penelitian terhadap aktivitas xanthone dalam kulit manggis terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus yang resisten terhadap antibiotic metisilin.

Gejala Pneumonia

Tags:

pneumonia adalah,gejala pneumonia,penyakit pneumonia,Gejala Penyakit Pneumonia,yhs-0001,tanda dan gejala pneumonia,penyakit bronchopneumonia,Pengertian penyakit pneumonia,cara mengobati pneumonia,penyembuhan pneumonia