PENYAKIT SIPILIS

 

PENYEBAB DAN PENGOBATAN PENYAKIT SIPILIS

Penyakit sipilis merupakan penyakit kelamin yang disebabkan oleh Treponema Palliddum yang berbahaya bagi penderita, juga bagi keturunannya. Situasi yang paling membahayakan adalah sipilis bawaan dari lahir. Pada keadaan ini penularan terjadi pada bayi yang sedang berkembang. Dan dari penelitian menunjukan 15%-20% dari korban yang terjangkit sipilis yang tidak diobati akan mati dini.

Penyakit sipilis disebabkan oleh Bakteri Treponema Palliddum. Bakteri ini ditularkan melalui hubungan seksual. Selain itu bakteri ini juga dapat menular melalui cara lain, misalnya, berciuman, penggunaan alat yang sudah tertular bakteri Treponema Palliddum dan lain sebagainya.

Klasifikasi Penyakit Sipilis

Sipilis Stadium I

3 minggu (10-90 hari) setelah infeksi, timbul lesi pada tempat T.pallidum masuk. Lesi umumnya hanya satu. Terjadi afek primer berupa papul yang erosif, berukuran beberapa millimeter sampai 1-2 cm, berbentuk bulat atau bulay lonjong, dasarnya bersih, merah, kulit disekitarnya tidak ada tanda-tanda radang dan bila diraba ada pengerasan (inderasi) yang merupakan satu lapisan seperti sebuah kancing di bawah kain atau sehelai karton yang tipis. Kelainan ini tidak nyeri. Gejala tersebut sangat khas bagi Sipilis stadium I afek primer. Erosi dapat berubah menjadi ulkus berdinding tegak lurus, sedangkan sifat lainnya seperti pada afek primer. Keadaan ini disebut ulkus durum yang dapat menjadi fagedenik bila ulkusnya meluas ke samping dan ke dalam. Kadang-kadang hanya terdapat edema induratif pada pintu masuk T.pallidum  yang tersering pada labia mayora.

Sekitar 3 minggu kemudian terjadi penjalaran ke kelenjar inguinal medial. Kelenjar tersebut membesar, padat, kenyal pada perabaan, tidak nyeri, soliter, dan dapat digerakkan bebas. Keadaan itu disebut sebagai Sipilis stadium I kompleks primer. Lesi umumnya terdapat pada alat kelamin.

Sipilis Stadium II

Pada umumnya bila gejala Sipilis stadium II muncul, Sipilis stadium I sudah sembuh. Waktu antara Sipilis stadium I dan II umumnya 6-8 minggu. Kadang terjadi masa transisi, yakni Sipilis stadium I masih ada saat timbul gejala stadium II.

Sifat yang khas pada Sipilis ialah jarang ada gatal. Gejala konstitusi seperti nyeri kepala, demam subfebril, anoreksia, nyeri pada tulang, dan nyeri leher biasanya mendahului kadang-kadang bersamaan dengan kelainan pada kulit. Kelainan kulit yang timbul berupa macula, papul, dan pustule.

Sipilis Stadium III

Lesi yang khas adalah guma yang dapat terjadi 3-7 tahun setelah infeksi. Guma umumnya satu, dapat multiple, ukuran miliar sampai berdiameter beberapa sentimeter. Guma dapat timbul pada semua jaringan dan organ, membentuk nekrosis sentral dikelilingi jaringan granulasi dan pada nagian luarnya terdapat jaringan fibrosa, sifatnya destruktif. Guma mengalami supurasi dan memecah serta meninggalkan suatu ulkus dengan dinding curam dan dalam, dasarnya terdapat jaringan nekrotik berwarna kuning putih.

Sipilis Kongenital

T.pallidum dapat melalui plasenta dan masuk ke peredaran darah janin. Oleh karena langsung masuk ke peredaran darah, pada Sipilis kongenital tidak terdapat Sipilis stadium I. Sipilis kongenital dibagi menjadi Sipilis kongenital dini, lanjut, dan stigmata.

Sipilis kongenital dini dapat muncul beberapa minggu setelah bayi dilahirkan. Kelainan berupa vesikel dan bula yangs setelah memecah membentuk erosi yang ditutupi krusta. Kelainan sering terdapat di telapak tangan dan kaki.

Pengobatan Penyakit Sipilis

Menghindari hubungan seksual dengan penderita penyakit sipilis yang sedang dalam masa pengobatan. Jika Sipilis sudah memasuki tahap laten maka perlu mengkonsumsi obat anti bodi atas petunjuk dokter. Juga dianjurkan untuk tes darah.

Penyakit Sipilis

 

Tags:

penyakit sipilis,PENYAKIT SPILIS,makalah penyakit sifilis,spilis,klasifikasi sifilis,artikel penyakit sipilis,Sebab sipilis,penyebab penyakit sipilis,klasifikasi penyakit sifilis,makalah sifilis pdf