PERENCANAAN USAHA

PERENCANAAN USAHA

Langkah – langkah

 

Perencanaan usaha adalah proses penentuan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu.

Suatu perencanaan usaha yang baik pada umumnya memiliki sifat sebagai berikut:

Fokus, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan visi, misi tertentu serta tujuan yang jelas. Rasional dan faktual, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan pemikiran yang masuk akal, realistik, berorientasi masa depan serta didukung dengan fakta-fakta yang ada.

Berkesinambungan dan estimasi, artinya perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan yang berkelanjutan serta perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa datang.

Preparasi dan fleksibel, artinya perencanaan usaha dibuat sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan yang disesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi.

Operasional, artinya perencanaan usaha dibuat sesederhana mungkin, rinci serta dapat dilaksanakan.

Beberapa manfaat perencanaan usaha adalah pekerjaan atau aktivitas dapat dilakukan secara teratur dan dengan tujuan yang jelas, menghindari pekerjaan atau aktivitas yang tidak produktif serta penggunaan sumberdaya yang lebih efisien, menyediakan alat evaluasi untuk menentukan berhasilan usaha, serta menyediakan landasan untuk pengawasan dan upaya perbaikan. Artinya, perencanaan usaha digunakan untuk menjamin bahwa tujuan yang telah ditetapkan tercapai.

Proses perencanaan usaha meliputi empat hal, yaitu:

1. Mengidentifikasi peluang usaha.

Peluang usaha muncul ketika permintaan pasar lebih besar dari penawarannya. Jadi peluang usaha dicirikan oleh masih adanya permintaan pasar untuk produk tersebut.

2. Menentukan jenis usaha yang akan dijalankan.

Selanjutnya dilakukan penilaian awal untuk menentukan jenis usaha yang paling memungkinkan dan dipandang paling menguntungkan. Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mungkin menjadi pendukung maupun penghambat usaha. Pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan antara lain:

a) Jumlah modal dan sumber modal yang diperlukan.

b) Ketersediaan bahan baku baik secara kualitas, kuantitas maupun kontinuitasnya.

c) Ketersediaan tenaga kerja yang diperlukan.

d) Prospek pemasaran produk yang dihasilkan.

e) Cara-cara pendistribusian.

f) Daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan.

g) Selera konsumen.

3. Melakukan studi kelayakan usaha.

Studi kelayakan usaha (SKU) atau feasibillity studi adalah cara yang ditempuh untuk menentukan layak tidaknya suatu gagasan usaha dilaksanakan.

4. Membuat proposal usaha.

Langkah terakhir dalam proses perencanaan usaha adalah membuat proposal usaha. Proposal usaha adalah dokumen tertulis dari perencanaan usaha.

Cara membuat proposal usaha atau proposal bisnis adalah sebagai berikut. Yang harus tercantum di sebuah proposal usaha atau proposal bisnis adalah:

-   Hasil Studi Kelayakan Usaha yang membahas tentang potensi pasar targeting dan segmenting

-   Kebutuhan investasi atau modal

-   Biaya operasional

-   Neraca awa yang berisi estimasi pendapatan,margin, biaya ops dan keuntungan

-   Strategi bisnis

 

Semoga dari apa yang terurai diatas bisa membantu untuk perencanan usaha anda

 

**Dari beberapa sumber

Tags:

perencanaan usaha,MAKALAH PERENCANAAN USAHA,makalah perencanaan bisnis,proposal perencanaan usaha,makalah perencanaan usaha kecil,contoh makalah perencanaan usaha,contoh rancangan kebutuhan usaha untuk mendirikan suatu jenis usaha,membuat perencanaan usaha,usaha adalah,proposal perencanaan bisnis